LA1 Percobaan 1



1. Prosedur [Kembali]

1.Persiapan
2. Pembuatan Rangkaian di Wokwi
3. Penulisan Program
4. Simulasi

2. Hardware dan Diagram Blok[Kembali]

1. STM32F103C8

Bagian - bagian 




2.  LED 
Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju. LED merupakan keluarga Dioda yang terbuat dari bahan semikonduktor. Warna-warna Cahaya yang dipancarkan oleh LED tergantung pada jenis bahan semikonduktor yang dipergunakannya. LED juga dapat memancarkan sinar inframerah yang tidak tampak oleh mata seperti yang sering kita jumpai pada Remote Control TV ataupun Remote Control perangkat elektronik lainnya.


Tabel. Warna dan Material LED

Warna
Panjanggelombang [nm]
Material semikonduktor

λ > 760
Gallium arsenide (GaAs)Aluminium gallium arsenide (AlGaAs)

610 < Î» < 760
Aluminium gallium arsenide (AlGaAs)Gallium arsenide phosphide (GaAsP)Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)Gallium(III) phosphide (GaP)

590 < Î» < 610
Gallium arsenide phosphide (GaAsP)Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)Gallium(III) phosphide (GaP)

570 < Î» < 590
Gallium arsenide phosphide (GaAsP)Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)Gallium(III) phosphide (GaP)

500 < Î» < 570
Indium gallium nitride (InGaN) / Gallium(III) nitride (GaN)Gallium(III) phosphide (GaP)Aluminium gallium indium phosphide (AlGaInP)Aluminium gallium phosphide (AlGaP)

450 < Î» < 500
Zinc selenide (ZnSe)Indium gallium nitride (InGaN)

400 < Î» < 450
Indium gallium nitride (InGaN)

multiple types
Dual blue/red LEDs,
blue with red phosphor,
or white with purple plastic

λ < 400
Diamond (235 nm) Boron nitride (215 nm) Aluminium nitride (AlN) (210 nm) Aluminium gallium nitride (AlGaN)Aluminium gallium indium nitride (AlGaInN) – (down to 210 nm)

multiple types
Blue with one or two phosphor layers:
yellow with red, orange or pink phosphor added afterwards,
or white with pink pigment or dye.

White
Broad spectrum
Blue/UV diode with yellow phosphor


Bagian bagian

Komponen LED tampak seperti lampu yang dipakai dalam sebuah rangkaian elektronika, walaupun sejatinya dia adalah Diode yang berpendar.

Yang harus diperhatikan adalah kaki sebuah LED, dibuat berbeda panjangnya.

Kaki yang panjang menunjukkan kutub positif, sementara yang pendek menunjukkan kutub negatif

3. Resistor

Resistor adalah komponen Elektronika Pasif yang memiliki nilai resistansi atau hambatan tertentu yang berfungsi untuk membatasi dan mengatur arus listrik dalam suatu rangkaian Elektronika (V=I R). 
Jenis Resistor yang digunakan disini adalah Fixed Resistor, dimana merupakan resistor dengan nilai tetap terdiri dari film tipis karbon yang diendapkan subtrat isolator kemudian dipotong berbentuk spiral. Keuntungan jenis fixed resistor ini dapat menghasilkan resistor dengan toleransi yang lebih rendah.
Cara menghitung nilai resistor:
Tabel warna

Contoh :
Gelang ke 1 : Coklat = 1
Gelang ke 2 : Hitam = 0
Gelang ke 3 : Hijau   = 5 nol dibelakang angka gelang ke-2; atau kalikan 105
Gelang ke 4 : Perak  = Toleransi 10%
Maka nilai resistor tersebut adalah 10 * 105 = 1.000.000 Ohm atau 1 MOhm dengan toleransi 10%.

Spesifikasi

4. Buzzer

Buzzer adalah sebuah komponen elektronika yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara. Buzzer biasa digunakan sebagai indikator bahwa proses telah selesai atau terjadi suatu kesalahan pada sebuah alat (alarm).

Bagian - bagian



5. Sensor Infrared
            
Sensor Infrared merupakan komponen elektronika yang dapat mendeteksi benda ketika cahaya infra merah terhalangi oleh benda. Ketika tidak ada benda yang menghalangi sinar inframerah, sensor akan berada dalam logika "0". Sebaliknya, ketika ada benda yang menghalangi sinar inframerah, sensor akan beralih ke logika "1". Sensor infared terdiri dari led infrared sebagai pemancar yang akan mengirimkan sinyal inframerah. Pada bagian penerima sensor inframerah, biasanya terdapat foto transistor, fotodioda, atau modul inframerah yang berfungsi untuk menerima sinar inframerah yang dikirimkan oleh pemancar.
            Spesifikasi sensor infrared:

Bagian - bagian



Blok Diagram


6.Push Button





Spesifikasi:





Cara-Kerja-Push-Button

Prinsip kerja push button pada dasarnya adalah untuk menghubungkan dan memutuskan aliran listrik. Namun, tombol tekan tidak memiliki kunci dan akan kembali ke posisi semula setelah ditekan.

Ketika tombol tekan ditekan, nilainya menjadi HIGH dan mengalirkan arus listrik. Namun, setelah dilepas, tombol akan bernilai LOW dan memutuskan arus listrik.

3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]

Rangkaian Simulasi






Prinsip Kerja:

    Sistem bekerja dengan membaca dua input, yaitu sensor PIR (PA0) dan touch sensor (PA1). Touch sensor digunakan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sistem (toggle). Saat sistem diaktifkan, buzzer berbunyi singkat sebagai indikator dan lampu akan menyala terus (mode manual). Jika sistem tidak aktif, lampu hanya menyala ketika sensor PIR mendeteksi gerakan, dan buzzer berbunyi sekali saat deteksi pertama. Jika tidak ada gerakan, lampu akan mati kembali.



4. Flowchart dan LIsting Program[Kembali]






Listing Program:
#include "stm32f1xx_hal.h"

uint8_t system_enable = 0;
uint8_t touch_last = 0;
uint8_t pir_first_trigger = 1;

void SystemClock_Config(void);
static void MX_GPIO_Init(void);
void Error_Handler(void);

int main(void)
{
 HAL_Init();
 SystemClock_Config();
 MX_GPIO_Init();

 while (1)
 {
  uint8_t pir_now = HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0);
  uint8_t touch_now = HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1);

  // Deteksi perubahan touch (edge detection)
  if (touch_now == GPIO_PIN_SET && touch_last == GPIO_PIN_RESET)
  {
   system_enable = !system_enable;

   if (system_enable)
   {
    HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);
    HAL_Delay(100);
    HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);
   }
   HAL_Delay(200);
  }
  touch_last = touch_now;

  // Deteksi PIR
  if (pir_now == GPIO_PIN_SET)
  {
   HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);

   if (pir_first_trigger)
   {
    HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);
    HAL_Delay(100);
    HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);
    pir_first_trigger = 0;
   }
  }
  else
  {
   pir_first_trigger = 1;

   if(!system_enable)
    HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);
  }

  // Mode manual aktif
  if(system_enable)
   HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);
 }
}

5. Video Demo [Kembali]




6. Soal Analisa [Kembali]









7 Kondisi[Kembali]

    Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan dengan kondisi ketika TOUCH_SENSOR (PA1) berubah dari OFF ke ON, sistem akan mengubah status (enable/disable). Jika sistem aktif, BUZZER (PB1) berbunyi pendek 1 kali sebagai indikator.

        

9. Download File [Kembali]

1. Download HTML [disini]

2. Download Datasheet Sensor: 

3. Download library Komponen: 

4. Download datasheet Relay [disini]

5. Download datasheet Motor [disini]

6. Download datasheet Led [disini]

7. Download listing program [disini]

8. Download data sheet [disini]






Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS ELEKTRONIKA